Minggu, 20 September 2015

Orang yang Jauh

Semenjak gue dilahirkan- atau normalnya sejak SD, gue selalu menyukai seseorang yang ada di kelas gue, atau seorang teman yang dulu sekelas. Pokoknya pernah sekelas, atau lagi sekelas.

Tapi baru-baru ini, gue dibuat terbelalak oleh salah seorang yang jauh dari jangkauan gue, di mana sampai saat ini pun, gue ngga pernah sama sekali ngobrol yang betul-betul ngobrol sama dia.

Gimana rasanya? Ya, biasa aja. Ngga begitu sedih, tapi juga ngga jadi gila karena senang orang yang disukai adalah orang yang jauh.

Karena kata "pacaran" masih jauh dari apa yang gue inginkan, dan bagi gue, kata itu tidak begitu dibutuhkan dalam kehidupan gue, saat ini.

Hanya terkadang, gue butuh untuk berbicara 4 mata sama dia.

Kalau ditanya kenapa gue suka sama dia, padahal dia adalah orang yang "jauh"?

Awalnya gue hanya mengagumi dia, karena dia orang yang sangat mahir bermain musik. Bahkan semenjak gue melihat dia, gue merasa terhina karena skill gue ngga sejago dia.

Parah.

Tapi semakin lama, gue semakin sering merhatiin dia. Dan ternyata, entah bagaimana akhirnya gue berkesimpulan bahwa dia memiliki interest yang sama dengan gue.

Hampir semuanya.

Mulai dari selera musik, selera humor, acara yang disukai, tokoh yang disukai, dan lain-lain.

Simpelnya:

Pernah ngga, kalian menemukan seseorang yang memiliki hobi yang sama, terus kalian pengen banget ngobrol dan sharing sama orang itu?

Itulah yang gue rasakan saat ini.

Semua hal yang setiap hari selalu hanya bisa gue bicarakan pada diri sendiri, dan akhirnya gue punya kesempatan untuk mengutarakan semua itu pada satu orang yang selalu gue perhatikan.

Tapi apa daya, gue ngga bisa dengan mudah menjangkau dia.

Bukan karena jarak fisik yang jauh, tapi karena suatu jarak abstrak antara gue dan dia yang jauh lebih sulit untuk diraih.

Sabtu, 05 September 2015

Tempe [ 4 ]

Gue pernah ngomong sama dia.

Dan itu menjadi hal yang sangat tidak terlupakan buat gue.

Anjaaayyy lebay.

Ngomongnya juga bukan kayak gimana, cuma hal sepele yang biasa disebut ngomong-pas-ada-keperluan.

Jadi waktu itu gue jadi salah satu panitia dalam suatu event sekolah yang mengharuskan gue untuk bawa satu kardus botol minuman bolak balik sampai pertandingan selesai.

Iya, gue panitia konsumsi.

Dan iya, satu kardus itu beratnya naudzubilah.

Apalagi buat ukuran gue yang diperkirakan bergender cewe.

Eh.

Terus karena guru gue kasian ngeliat gue (entah kasian atau ngga rela anak cupu kayak gue jadi panitia) akhirnya beliau bilang ke gue buat nyuruh anak-anak cowo bantuin gue.

Akhirnya yaudah gue melihat-lihat sekitar.

Dan orang pertama yang gue lihat adalah 2 orang anak bocah kelas 7 yang lagi planga plongo ngga tau mau ngapain.

Gue langsung bilang ke mereka,

"Eh kalian tolong bantuin dong"

Yang dijawab satu-satu sama mereka,

"Bantu apa ka?"
"Oh iya ka"

Terus gue menjawab pertanyaan dari salah satu anak kelas 7 itu,

"Bantuin bawa kerdus minuman"

Kemudian gue melihat di belakang 2 anak itu ada si Tempe lagi duduk sambil megang kotak P3K.

Tanpa basa basi gue langsung menjadikan kesempatan itu buat modus.

((OHOK))

"Eh kamu"

Kata gue, merasa keren sebagai kakak kelas.

Padahal muka gue waktu itu kayak cacing kepanasan.

Tempe pun akhirnya nengok dan berkata,

"Haaa?"

dengan wajah yang seolah minta ditonjok.

"Tolong bantuin bawa kardus ya"

kata gue.

Dia ngga jawab apa-apa lagi tapi masih nengok ke arah gue.

Gue curiga jangan-jangan dia ngga bisa mencerna apa yang gue maksud.

Akhirnya dia dan 2 bocah itu gue suruh gabung buat bawain kardus minuman.

Terus gue tunjukin tempat ngambilnya di mana.

Akhirnya mereka angkat satu-satu kardusnya. Dengan gagah mereka mengangkat kardus-kardus tersebut di depan gue, padahal dalam hati mereka berteriak,

"Wuanjir tangan wa nyaris copot wooyy!! Tolooonggg!!! Siapapun selamatkan guee!! Gue masih mau ketemu emak di rumaahhh!!!"

Dan dengan santainya si Tempe bilang ke temen-temennya,

"Waw ringan banget"

Gue

langsung

cengo.

Tulang seperti apa yang ada di dalam tangannya?

Apakah dia banyak makan kangkung?

Kemudian pada saat yang bersamaan temennya jawab,

"Jayus banget lu"

Oh

dia

lagi

ngejayus.

Ok.

Ada lagi waktu gue disuruh buat ngisi acara pensi sekolah, dan kebetulan guru seni gue nyuruh gue gabung sama kelompoknya si Tempe.

Gue waktu itu berdua sama temen gue.

Akhirnya kita disuruh menginformasikan hal itu ke Tempe, karena dia ditunjuk sebagai ketuanya.

Hm hebat.

Akhirnya gue berdua sama temen gue menuju ke kelasnya untuk menginformasikan hal tersebut.

Temen gue pun mengetuk pintu.

Terus pintunya dibuka sama salah seorang murid yang ada di sana.

Gue minta panggilin si Tempe.

Tempe dateng dan bertanya,

"Ada apa ka?"

Gue langsung pingsan dan akhirnya digotong ke UKS.

Tapi ternyata itu cuma imajinasi gue doang.

Gue dengan terbata-bata menjawab,

"Eeee...begini...kita mau ngasih tau...eee...kalau...kita.....kita....."

Kemudian kiamat datang.

Dan ternyata itu imajinasi gue lagi.

Gue akhirnya menjelaskan maksud kedatangan gue dan temen gue disini.

Terus gue bilang,

"Kalo misalnya ada keberatan atau keperluan apa nanti kasih tau aja"

"Kasih tau ke mana ka?"

"Punya line ga?"

"Punya tapi notifnya suka ngga ada"

"Kalo bbm?"

"Ada..."

"Yaudah nanti aku bbm kamu aja ya. Nanti aku tanya-tanya lagi"

"Oke ka"

Setelah itu dia menutup pintu dan kembali masuk ke kelas.

Terus gue baru sadar kalo percakapan terakhir itu terdengar ambigu.

Ha

Ha

Ha.

Minggu, 30 Agustus 2015

Tempe [ 3 ]

Gue masih ingat dengan jelas pertama kali gue ngeliat Tempe.

Waktu itu gue masih kecil banget, umur gue sekitar 3 taunan gitu. Gue sekeluarga (masih belom ada adek) makan di warung lele pinggir jalan.

Terus gue liat ada nasi, wah sedap.

Ada lalapan, kayaknya enak tuh.

Terus, gue liat lagi...

Di sebelahnya, ada Tempe!!!

Tempe yang di goreng dan terlihat sangat enak. Nyam.

Setelah itu kalian akan bilang dalam hati,

"KEMBALIKAN 10 DETIK GUE"

Ya, becanda ya. Maap.

Gue masih ingat dengan jelas waktu, tempat, dan apa yang sedang gue lakukan waktu itu.

Hari Sabtu, sekitar bulan Februari, gue lagi ngobrol-ngobrol sama temen gue.

Di sekolah.

Karena waktu itu ada keperluan jadi kita ke sekolah.

Lagi asik ngobrol, gue tiba-tiba ngeliat ada cowo yang lagi jalan menuju stop kontak terus pas nyampe dia menyetrumkan dirinya sendiri sehingga ia pingsan dan digotong ke rumah sakit.

Becanda.

Cowo itu berjalan menuju stop kontak (ini beneran), dan menyalakan gitarnya dengan sangat

biasa.

Terus dia mainin gitarnya.

Gila.

Bener-bener

biasa.

Becanda.

Dia mengatur suara gitarnya, kemudian memainkan nada yang asal-asalan.

Tapi entah kenapa terdengar sangat enak.

Rasanya kayak denger Django Reinhardt.

Asik.

Gue seketika langsung terkagum-kagum.

Tapi merasa terhina juga.

Hix. Jago banget dia main gitarnya.

Aku mah apa atuh.

Dan, kesan pertama yang gue liat dari diri dia adalah

pendiam

keren

dingin.

Yang ternyata pas gue selidiki lebih detil dia punya kepribadian yang bertolak belakang dengan apa yang gue pikirkan.

Gue pernah liat dia teriak-teriak di ruang musik dengan nada yang tinggi kayak cewek teriak kalo liat kecoa terbang.

Subhanallah indah sekali.

Saking indahnya kuping gue sampe mau pecah.

(Ngga, becanda).

Tapi entah kenapa, kekonyolannya itu bikin gue betah berada di dekat dia.

Ya ngga deket juga sih. Waktu itu gue cuma ngeliat dia lagi ngobrol sama temen-temennya.

Hix. Sedih.

Gue selalu berfikir seandainya gue bisa deket sama dia, pasti akan sangat menyenangkan.

Karena apa yang gue suka, dia juga suka. Hampir semua hal yang gue suka dia juga suka.

Gitu deh.

He-He.

Kamis, 27 Agustus 2015

[ Throwback ] Sinchan

Dahulu, ada sesosok manusia yang sangat hiperaktif namun menarik untuk dilihat.

Wajahnya seperti bocah yang selalu riang gembira tanpa beban dan tidak mengerti arti kata cinta.

Tapi ternyata ia mengerti dan itu sangat mengejutkan.

Banyak orang bilang sosok manusia ini memiliki wajah yang lucu dan otak seperti air mineral sehingga banyak wanita di luar sana yang terpesona.

(Gatau sih bener apa ngga)

Namun diriku tertarik bukan karena itu, tetapi karena ia memiliki kepribadian yang menarik.

(Asik)

Ya, blog tentang Sinchan ini sebenernya pernah gue tulis di blog awal gue. Tapi itu versi "pesan"nya jadi kesannya agak serius. Kalo yang ini...bisa dibilang menceritakan tentang kejadian-kejadian yang gue rasain pas dia ada.

Awal-awal masuk SMP, entah gimana gue yang masih bocah ini tiba-tiba langsung jatuh cinta sama si Sinchan. Belakangan gue baru sadar kalo yang bikin gue jatuh cinta pertama kali adalah alisnya.

Gue langsung ngasih tau temen-temen deket gue pas gue ngerasa gue suka Sinchan. Dan reaksi mereka seperti biasa,

"Yea u fall in luv with weird guy again."

Baru-baru suka, gue langsung dikenalkan sama actnya dia yang ngga gender tapi terlalu ngga gender akhirnya bikin gue ngerasa dia suka sama gue padahal ngga sama sekali.

Waktu itu, gue duduk sama temen gue, berdua, dan temen gue ini lagi gambar di buku gambarnya dia, gambar orang. Terus, dia maju ke depan buat nyetor sesuatu yang diwajibkan di sekolah untuk disetor, akhirnya gue duduk sendirian.

Lagi enak-enak duduk sendiri, tiba-tiba Sinchan dateng dan duduk di samping gue.

Gila gimana ngga kejang-kejang.

Gue seketika epilepsi dan pingsan.

Ngga. Ngga gitu.

Gue langsung- ya taulah..malu-malu kucing gitu padahal gue ngga tau kucing kalo malu kayak gimana.

Gue langsung nutupin muka gue, sok-sok tidur. Terus dia tiba-tiba ketawa kecil gitu.

Pas gue liat, dia lagi ngacak-ngacak gambar temen gue.

Okay.

Gue bingung mau ngapain. Kalo gue bilang jangan nanti dia pergi tapi kalo gue diem aja jadinya awkward.

Yaudah gue bilang aja, "diiihh parah daahhh...."

Gitu.

Terus dia nengok dan ketawa ke arah gue.

Gue akhirnya jadi makin bingung mau ngerespon apa.

Sialnya lagi temen gue malah duduk di kursi yang lain dan ngebiarin Sinchan duduk di sebelah gue.

Subhanallah teman yang baik.

Akhirnya sampe pulang gue tetep duduk di sebelah dia. Dan pas orang lain udah pada pulang dia masih asik ngambar dan karena gue ngga mau ngelepas moment itu gue tetep duduk di samping dia, ngga pulang, sambil ngeliatin dia ngambar.

Lumayanlah ketanem satu moment konyol bareng dia.

Kalo diinget-inget, lucu juga ya. 2 Bocah yang ngga ngerti apa-apa punya moment yang sweet tapi konyol.

Ha-ha.

Pernah juga, waktu gue ada tugas drama, gue sekelompok sama dia.

Kita waktu itu lagi bagi-bagi peran. Siapa mau jadi ini siapa mau jadi ini. Waktu itu, gue fix jadi narator sama temen gue (cewe) karena di naskahnya ngga ada tokoh cewe dan kita cewe akhirnya kita jadi narator.

Tapi ternyata, tokoh dokternya kelupaan.

Akhirnya bingung siapa yang jadi dokter.

Terus Sinchan milih gue.

Di salah satu adegan awal, si tokoh utama (Sinchan) sakit dan diperiksa sama dokter (gue).

Pas latihan, Sinchan bilang ke gue kalo nanti pas drama bawa senter-senter-an buat meriksa mulut ceritanya.

Yaudah gue bilang aja kalo nanti udah masuk bagian dokter di skip aja.

Ternyata, pas latihan adegan itu, Sinchan tiba-tiba manggil gue terus suruh gue latihan meranin jadi dokter yang meriksa si tokoh utama. Gue bingung mau kayak gimana karena gue ngga bawa senter. Akhirnya dia spontan bilang,

"Yaudah pegang kepala aja"

Gue

Langsung

Shock.

Gue keringet dingin dan berasa pengen pingsan tapi gue ngga pingsan-pingsan.

Gue diem beberapa detik sampe akhirnya Sinchan manggil gue lagi buat langsung latihan.

Akhirnya gue turutin dan pas gue pegang kepalanya, gue langsung speechless.

Ngga tau mau ngomong apa.

Ngga tau gue ada dimana.

Seketika gue amnesia.

Akhirnya gue tahan beberapa detik tangan gue di atas dahinya sampe akhirnya gue ngga tahan sendiri.

Ha-Ha.

Selasa, 25 Agustus 2015

Tempe [ 2 ]

Tempe adalah sesosok manusia yang keberadaannya sangat berpengaruh buat gue.

Kalo ke sekolah, sesuatu yang paling gue cari adalah dia.

Karena entah gimana- kenapa- setiap gue bete yang mengembalikan senyum ke gue itu cuma dia. Walaupun kita ngga pernah ngobrol.

Cukup lihat mukanya aja, semua ke-bete-an gue akan langsung hilang.

Tapi kadang, lihat mukanya aja rasanya kurang sreg. Gue pengen denger cara dia berbicara, cara dia ngejoke, lihat kekonyolannya secara jelas, dan sebagainya.

Kadang, rasanya gue pengen isengin dia.

Dan gue pernah berhasil.

Tapi hasilnya...

Ya, ngga negatif sih. Biasa aja. Tapi ngga tau ya, gue merasa dia jadi sedikit menjauh...

Akhirnya gue berusaha buat sok cool lagi di depan dia.

Tapi kayaknya, cuma gini-gini aja rasanya capek juga.

Lama-lama malah jadi gregetan sendiri.

Kadang, saking gregetannya, rasanya gue pengen ngelempar sendal ke mukanya tiap dia lewat.

Sendal itu penanda bahwa gue capek sama semua ini.

Tapi ya ngga bisa gitu ya. Itu kan anak orang, nanti gue malah disangka pelaku kekerasan di sekolah.

Akhirnya, setiap dia lewat, gue ngga bisa apa-apa tapi cuma ngeliatin.

Gue pernah ngeliatin dia lama banget sampe gue ngga sadar kalo dia sempet ngeliat ke arah gue.

Terus ya..
gitu deh.

Akhirnya, karena lama ngendap di hati gue ((ASIK)), daripada ngga gue keluarin semua itu, gue keluarin aja lewat gambar.

Terus gambar itu...rencananya bakal gue kasih ke dia tapi nama gue ngga gue tulis.

Tapi karena suatu hal, akhirnya gue terpaksa mengabaikan niat itu dan akhirnya gambar itu ngga gue kasih dan sekarang entah gambar itu hilang ke mana.

Akhirnya...
gue malah nyampein semuanya di sini.

Entah ada yang baca apa ngga, tapi ya, setidaknya, gue bisa mengeluarkan sesuatu di sini.

Kadang, rasanya gue pengen nyanyi,

Biarkan ku memelukmu tanpa memelukmu
Mengagumimu dari jauh

Iya, itu lirik lagu Tulus.

Sedih yah.

Hahaha.

Sedih sekali...

Senin, 24 Agustus 2015

Tempe

Kadang, gue selalu kepikiran seseorang.

Sebut aja dia Tempe. Karena gue suka tempe.

Bukan sambel karena sambel itu kesannya hot tapi dia ngga hot.

Apalagi rendang.

Yaudah tempe aja.

Si tempe ini adalah sosok yang sangat gue kagumi, dan mungkin bukan cuma gue, tapi ada orang lain, dan itu banyak.

Ibarat nasi merah yang ada di tengah tumpukan nasi putih, itulah dia.

Kok jadi makanan semua

Lapar

Lapar..

akan senyummu.

Kenapa si Tempe ini kesannya populer sekali? Karena dia punya sesuatu yang ngga banyak orang lain punya.

Itu alasan kenapa dia (mungkin) populer dan banyak dikagumi orang-orang secara diam-diam.

Alasan gue suka sama dia?

Oh ya jelas bukan itu dong.

Memang, pertama kali gue sadar akan keberadaan si Tempe juga karena hal itu. Tapi kalau cuma itu, temen-temen(?) gue (cowo) juga ada beberapa yang kayak gitu.

Jadi karena apa?

Karena..

Dia punya same interest sama gue, mengenai hal yang sangat gue suka.

Ada quote yang gue dapet dari suatu website,

"If there's someone read a book the same as mine, it is like the book recommend a person."

Lupa kata-kata jelasnya kayak apa, tapi kira-kira begitu.
Itulah yang gue rasakan. Tapi dalam kasus gue, bukan buku.

Sebutlah lagu.

Entah gimana caranya, gue berhasil menemukan beberapa genre lagu favorit dia, dan gue kaget.

Ternyata, apa yang dia denger sedikit banyak mirip sama apa yang gue denger.

Dan, setelah beberapa kali ketemu, gue bisa memprediksi bahwa si Tempe adalah orang yang sangat

konyol

lucu

lawak

aneh

gila

Semakin dia nunjukin sisi gilanya dia gue akan semakin suka.

Dan, semenjak itu, gue tertarik sama dia, dan gue pengen dia jadi partner gue.

"Partner" juga bukan "partner hidup" atau "pasangan" atau "pacar" atau apapun itu, cuma jadi "partner" dalam konteks temen juga udah cukup buat gue.

Yaa...
Kalo dia bisa dan mau jadi partner gue, that would be really great.

Tapi sedihnya,

Gue mungkin ngga dikenal sama dia...

Jadi..

Ya..

Gitu deh...

Sedih...

Senin, 10 Agustus 2015

Music & Dreams

Hello.
Actually this is the first time I could bravely write in english, especially on my blog.

I don't really good at write- or maybe speak too- in english so that's why I choose to be an Indonesian blogger using an Indonesian language.

Lol.

But this blog is kinda special, because I want to write about my favourite genre of music.

It's not like my music blog before. It was just explaining about- is it good to hear or anything. But this one's gotta be different cause I want to tell you about how am I enjoy these music, a lot.

And yes,
I enjoy them with my imagination.

So,
Let's just feel what I feel.

Close your eyes,
let your imagination be free.

---

1. Cavalleria Rusticana - Pietro Mascagni

"The sun was about to go down fully, the wind flows into your face gently. You feel the air is greeting at you, saying hello, and then goodbye.



The fireflies suddenly fly around you, lighting the sky, and your heart's getting warm.



As the night comes, you walk back to your home with fireflies around you."



2. Air for G String - Johann Sebastian Bach
"The trees out there, leaving some of their green, moist leaves.


The breeze leads you to some kind of peace, leaving you with a clement feel."










3. Cello Suite No. 1 Prelude - Johann Sebastian Bach


"The mysterious melody brings you to the room,



full of wooden piano, and some old music instruments,



accompanied by Bach's picture on the wall."




4. That Old Feeling - Tonari no Kaibutsu-kun's OST

"As he drink his black coffee,


he looks at me with his sleepy-eyes,


and my heart smiles."








5. Mind Talk - Masahiro Sayama
"The blue night,
the starry sky,
the smiling moon,


dress up the atmosphere,

as we do our talk in our mind."








6. Going Home - Shiro Sagisu (Bleach OST)
"As I arrive at my home,
I whisper to my self quietly,


This will be the last memories I have."











7. Fu Yu Zi (父与子) - Jay Chou (Secret OST)
"The flute, the piano,
imagine some memories I have.


The violin,

imagine a last memory I have."










8. Paris Musette - Claude Bolling
"I walked around Paris, I took every food I see, I came to a nearly store, bought some souvenirs, saw a view of the town from above,


saw an eiffel tower from above."










9. The Shadow of Your Smile - Kenny G
"You give me your smile,
leaving a shadow of it,


as you walk away from my sight,

and stuck me into our lovely memories."









10. Hanghae (항해) - Jeon Jeduk ft. Park Juwon
"It was all about me,
chased by how rude nature are."















11. Seoul Bolero (서울볼레로) - Park Juwon
"Those trees, covered by light-green leaves,
one by one, falls in a color of brown,
falling like a rain.


Seeing how clement the view is,

hearing some of guitar melody directly on my ear,


makes me whisper many times,

this is the most quiet feelings I've ever feel."


---

And that's all I've got.

Well, it's kinda tiring for me to think about all of those (maybe) nice words ((well it's not really that nice anyway lol)).

And so you know, that the last song was on one of my blog before, and maybe I'll put that song again into my next blog because I looovee that song so much. It could be the most beautiful song I've ever heard of my life. Also, that song knows that I love bossa's music so much. That's why it is in bossa.

Lol.

Forget it. Forget of what you see and just click your mouse into those songs.

Hehe.

Okay,

Daahh!

Minggu, 26 Juli 2015

Indonesian (Rare) Music (Playlist)

Haaiiii!!
Kali ini gue mau membahas tentang lagu-lagu Indonesia yang mungkin jarang didengar oleh orang-orang.

Kayak apa contohnya?

Oke,
JENGJENGJENGJENG

cekidot.


1. Shena - Imaji
















Lagu yang dibawakan dengan genre Smooth Jazz ini berhasil membuat gue jatuh cinta. Dan memang, semenjak gue ngeliat kakak yang satu ini di X Factor, gue bener-bener langsung jatuh cinta sama suaranya dan yakin kalo dia pasti bisa nerusin ke industri musik Indonesia berikutnya. (Ceilah)


2. White Shoes & The Couples Company - Kisah Dari Selatan Jakarta
















Lagu yang sedikit banyak bernuansa Ballad Jazz ini pertama kali gue denger waktu gue kelas 8.

Lagu ini selalu berhasil membuat gue melayang-layang kalo lagi bosen. Suaranya Nona Sari di sini memang klop banget sama arrangement musiknya.

Mantaplah.


3. Monita Tahalea - Senja
















Lagu ini termasuk salah satu lagu Indonesia yang adem dan enak didenger. Selain karena suaranya Mba Monita yang halus dan berkarakter, arrangementnya juga pas.


4. Danilla - Ada Di Sana
















Lagu yang bergenre Ballad Jazz ini bener-bener membuat gue jatuh cinta dari waktu pertama kali gue denger, sampe sekarang.

Yang paling gue suka dari lagu ini adalah pengambilan chord di reff-nya. Chordnya loncat tapi entah kenapa gue selalu ketagihan dengerin bagian yang itu. Wew.

Dan, gue cinta banget sama suaranya Danilla yang halus dan agak berat. Hehehe


5. Katjie & Piering - Kinanti
















Hal yang paling bisa bikin gue jatuh cinta sama lagu ini adalah, lagu ini bernuansa musik tradisional yang mirip sunda. Jadi lagu ini kesannya kayak lagu sunda yang di-modernisasi-kan.

Buat kalian yang suka coba denger macem-macem genre musik, nih deh dengerin aja. Mungkin kalian bisa suka. Hahaha


6. Gerald Situmorang - Waving
















Gue jarang banget lihat musisi Indonesia yang murni main intrumental aja, dan aksi Gerald Situmorang ini bikin gue terkagum-kagum.

Lagu ini adem banget sih, mirip sama ademnya lagu Seoul Bolero (lihat post-an blog gue yang sebelumnya). Cuma bedanya kalo Seoul Bolero di tengah-tengah-nya pake Harmonica, ini pake Saxophone.


Yaa, segitu dulu playlistnya. Nanti ditambah-tambah lagi kalo udah nambah, whehehe.
Daahh!


Sabtu, 25 Juli 2015

Playlist Lagu Korea

Kalian semua pasti berfikir, "penulisnya kpopers ya ternyata" setelah melihat judul blog yang satu ini.

Sebenernya, dibilang kpopers sih bukan. Cuma ada beberapa- dan mungkin termasuk banyak lagu korea yang gue suka. Tapi kalo denger "Korea", pasti kalian ngebayanginnya lagu-lagu dari boyband/girlband macem Shinee, Super Junior, Exo, SNSD, F(X), Miss A, KARA, T-ARA-

eh tunggu,
kok gue hafal banyak.

Ya, sebenernya bukan lagu-lagu dari mereka, tapi "Korea" yang lain. Memang sih, ada beberapa lagu kpop (yang maksudnya dari girlband/boyband) yang gue suka, tapi yang mau gue bahas dan share ke kalian bukan yang itu.

Terus yang kayak gimana?
Oke,

JENGJENGJENGJENGJENG
cekidot.


1. IU - Friday


Ini dia yang pertamaa! Gue inget dulu pernah ada temen gue yang merekomendasikan gue lagu ini karena dia bilang gitarnya enak. Alhasil gue addicted banget sama lagu satu ini. Selain memang karena guitar-intro-nya enak, lagu ini pas banget sama selera gue. Mulai dari beat, melodi, dan arrangementnya bener-bener pas, ditambah suaranya IU yang halus tapi pas bagian powernya dia tetep dapet.

Mantap deh, recommended banget buat orang-orang yang suka pop-jazz.


2. IU - Love of B (Karena nggak ada video clipnya, gue pasang yang live version aja ya)

Ini adalah lagu kedua dari IU yang gue suka. Sebenernya yang paling gue suka dari lagu ini adalah melodi gitar yang dibawakan oleh Park JuWon. Ditambah lagu ini bergaya Manouche-Jazz yang mirip sama lagu-lagu Django Reinhardt, tapi ditambah vocal.

Dan sekali lagi, suara IU yang halus tapi powernya dapet bikin gue addicted bangetbanget sama lagu ini.


3. AKMU - 200%
















Lagu yang bernuansa R&B Pop ini baru aja gue dapet gara-gara scrolling page ask.fm gue kemarin. Ternyata kegiatan membosankan yang gue lakukan sehari-hari bisa mempertemukan gue sama lagu yang enak.

Menurut gue, lagu ini sedikit banyak mirip sama lagu-lagunya RAN, dan sama seperti gue suka lagunya RAN, gue suka lagu ini karena beat dan melodinya dapet banget.


4. Yun Seokcheol Trio - Three Points of View
















Kalo AKMU genrenya R&B Pop, lagu yang satu ini genrenya R&B Jazz, atau mungkin bisa juga masuk ke kategori Smooth Jazz.

Lagu ini lagu intrumental ter-asik yang pernah gue denger. Dan yang unik, main-intrumental-nya dipegang sama piano, yang biasanya dikenal sebagai intrumental yang berat dan emosional.


5. Park BoYoung - My Prince
















Lagu korea yang satu ini melodinya lullaby-able(?) banget. Gue sering dengerin lagu ini kalo lagi nggak bisa tidur. Karakter suara yang dibawain Park BoYoung disini halus dan pas sama iringan gitarnya.

Bagi kalian yang suka tiba-tiba nggak bisa tidur tengah malem (bukan yang insomnia beneran ya, itu beda lagi), dengerin lagu ini aja, siapa tau terbantu, hehe.


6. Jang Nara - Sweet Dream
















Lagu ini bisa dibilang lumayan kuno sih, tapi kalo di telinga gue tetep kedengeran enak.

Lagu ini gue kenal pertama kali waktu gue kelas 3 SD, gara-gara dengerin playlist lagu tante gue. Eh ternyata lagunya enak, dan sampe sekarang melekat terus di iPod gue, ehe.

Mungkin beberapa di antara kalian udah pernah denger lagu ini, tapi kalo belom denger, dengerin deh, enak.

((Hehe))


7. Lee Sun Hee - J
















Ini termasuk lagu yang kuno banget sih, kalo lagunya Jang Nara kuno, ini lagu super kuno. Gue nggak begitu suka dengerin versi originalnya, tapi yang versi live ini enak banget.

Gue suka banget sama iringan gitarnya Park Juwon dan emotional-vocal-nya Lee Sun Hee di sini.

Hehe.


8. Park JuWon - Seoul Bolero
















Ya, ini dia, lagu korea terakhir yang akan gue share disini.

Kenapa dipasang jadi penutup?
Karena gue suka sekali sama lagu ini. Ini lagu terenak yang pernah gue denger. Lagu ini dipasang dengan genre favorit gue, slow-bossa.

Menurut gue, lagu ini seperti dirimu, perfecto ((ea)).

Melodi gitarnya nostalgic dan adem, petikan bass-nya sangatlah bossa, kalo kalian dengarkan baik-baik, itu ada suara gendangnya yang bikin lagu ini jadi lebih berwarna, dan harmonica-nya di tengah-tengah so perfecto.

Untuk kalian yang suka slow-bossa dan suka menenangkan diri sendirian di dalam kamar, dengarkanlah lagu ini. Dijamin kalian akan dibuat terbang melayang ke alam imajinasi yang jauh.
Ceilah.


Yaa, segitu dulu playlist koreanya, kapan-kapan kalo udah nambah lagi, bakal gue share lagi dah.
Daahh!


Kamis, 23 Juli 2015

Sinchan

Sekitar 3 tahun yang lalu, tepatnya waktu gue SMP kelas 1, gue tertarik sama seseorang, yang akhirnya gue beri nama samaran "Sinchan" karena alisnya.

Alisnya kenapa? Ya pikir aja sendiri.

Seperti biasa, gue selalu tertarik sama cowo-cowo konyol nan aneh, kadang mereka juga bisa disebut autis saking anehnya. Entah apa memang selera gue yang aneh atau guenya yang aneh.

Sinchan bukan tipe orang yang gaul, tapi bukan ansos juga. Orangnya biasa aja, pinter, dan konyol. Senyumnya manis, kulitnya agak tan tapi bukan item, orangnya lucu, tapi aneh.

Dia adalah satu-satunya cowo yang bisa memberikan gue kenangan-kenangan yang- hm- lucu, walaupun dia sendiri nggak sadar.

Bukan, Sinchan bukan pacar gue, bukan mantan gue. Dia hanyalah orang yang pernah gue sukai, dan rasa suka itu agak berbeda dibanding orang lain.

Kalau orang lain bilangnya mungkin- "sayang". Tapi gue nggak berani dan nggak yakin bahwa itu bisa disebut "sayang", karena jujur, gue sendiri belum ngerti apa yang disebut sayang, apalagi cinta. Yang jelas, gue tertarik sama dia, gue suka sama dia, tapi bukan hanya sebatas orang yang gue kagumi, bukan hanya sebatas teman yang lucu. Lebih, tapi bukan sayang, hanya menyukai, tapi mungkin lebih, dan mungkin juga tidak.

Bingung? Ya, gue pun begitu.

Gue selalu bertanya-tanya apa sebenarnya yang gue pikirkan terhadap dia. Sinchan ini siapa? Memangnya dia ini kenapa? Bisa-bisanya gue dibikin bingung sama seseorang, yang bahkan gue sendiri nggak begitu ngerti seluk beluk orang ini seperti apa.

Yang gue inget, dia adalah sosok yang pernah menyapa gue dikala gue sedang menunggu hujan deras untuk berhenti.
Yang gue inget, dia adalah orang yang tiba-tiba duduk di sebelah gue, dan dengan tawanya dia mengekspresikan imajinasinya kepada sebuah kertas yang tertera di meja.
Yang gue inget, dia adalah sosok yang membantu gue di saat gue bingung bagaimana caranya menggenggam tongkat untuk acara sekolah saat itu.
Yang gue inget, dia pernah meminta gue untuk menyanyikan sebuah lagu yang dia suka.
Yang gue inget, dia pernah tersenyum ke arah gue secara tiba-tiba, di mana saat itu, gue cuma bisa membalas dengan kata-kata singkat yang mungkin terdengar menyebalkan.
Dan yang gue inget, dia pernah mengalirkan air mata di depan gue, dan untuk kesekian kalinya, perasaan gue dibuat berayun tak keruan.

Sinchan bagaikan sesosok kereta dalam sebuah dunia peri yang terus membawa gue ke alam yang berwarna.

Sinchan selalu memberikan pelangi yang berwarna terang dan indah. Terkadang, hujan pun ia turunkan, tapi pelangi pasti akan selalu menyertai, dan menghapus hujan itu seketika.

Walaupun mungkin dia tidak sadar akan hal itu.

Banyak hal yang membuat gue terus terbayang oleh sikapnya, senyumnya, wajahnya, kata-katanya, caranya berbicara, tapi semua itu gue biarkan berlalu.

Walaupun Sinchan bukan orang yang sekarang terus menghantui pikiran gue, tapi gue akan selalu mengingat dia sebagai orang yang paling sering membawa gue terbang dan mengukir senyuman kecil tanpa gue sadari.

Selasa, 21 Juli 2015

Khyalan Tentang Doi

Halo, nama gue Vietra.

Biasanya suka dipanggil Vie, tapi karena "katanya" mata gue sipit (atau ada juga yang bilang kayak ketarik di ujung) jadi beberapa teman manggil gue Cici. Gue sebenarnya nggak gitu ngerti korelasinya apa, tapi ya sudahlah, perkenalannya cukup sampai sini.

Judul blog ini, "Khayalan Tentang Doi". Ya bisa dibaca sendiri kan? Oh, atau ada yang nggak bisa baca?

Hmm.....
Yasudah.

Sebenarnya, walaupun keliatan kayak orang yang nggak peduli masalah pacaran, gue ini tipe orang yang suka mengkhayal sendiri kalo udah nemuin orang yang gue suka.

Tapi kenapa nggak pernah pacaran?

Ya, jawabannya simpel: Orang yang gue suka nggak ada yang suka sama gue.

Hix. Q sedih.

Lagipula walaupun ada yang suka, gue juga nggak kepikiran pengen pacaran sih. Karena "suka" kan bukan berarti "sayang", buat apa pacaran? Gitu.

Nah, kembali ke judul utama. "Khayalan Tentang Doi".

Karena nggak pernah pacaran, gue suka mengkhayal sendiri dan kadang ngefly sendiri saking berasa nyata khayalan gue.

Aneh?
Ah, nggak juga sih bro.

Eh tapi iya sih.

Ya beberapa di antara kalian yang jomblo pasti juga seringlah, ngayal-ngayal sendiri tentang doi. Bener kan? Ngaku aja udah. Itu wajar kok, asal ngayalnya jangan kelewatan.

Misalnya ngayal naik elang indosiar sama doi.
Ah sudahlah, yang ada kalian malah dikata kampungan.

Tapi, tiap orang punya khayalannya masing-masing. Kayak, ngayal main-main di taman sama doi, main pasir di pantai sama doi, main robot-robotan sama doi, atau main barbie sama doi.

Eh
kok jadi kayak khayalan anak kecil main ama temennya?

Nah, gue juga punya khayalan tersendiri tentang doi. Nau cekidot.

[ WARNING : It contains an absurd and weird imagination that'll make you think that the writer is definitely ORANG SAKIT JIWA ]

1. Kayang di mall.
Gue punya satu khayalan yang sangat kuat sama doi, yaitu kayang di mall. Kayang di mall, diliatin sama orang, terus kita berdua difotoin. Besoknya kita masuk koran kempes dengan judul: "Sepasang Muda Mudi Kayang di Mall", terus ada salah satu komentar dari para saksi, "saya rasa dua orang ini baru keluar dari rumah sakit jiwa".

2. Selfie bareng.
Ya, kedengarannya normal. Biasanya, pasangan normal akan selfie dengan gaya ala-ala romance d'au lait- wait, ini apaan?
Maksudnya ala-ala romantis jaman sekarang gitu. Kayak, selfie pas lagi pegang tangan, selfie pas lagi dicium pipinya, selfie sambil pelukan, lalalala dan sebagainya.
Kalo gue, ngayalnya selfie di cafe-cafe, backgroundnya bartender yang lagi bikin gundam- eh- kopi, terus...
CEKREK!
Ada 2 muka sapi nongol.

3. Ngeliat sunset di pantai.
Weh, ini khayalan paling romantis mas bro. Gue juga bisa dong romantis. Ehe ehe ehe ehe ehe ehehehehehe.
Ngeliat sunset di pantai, sambil nyanyiin lagu favorit kita berdua #OHOK. Terus gue bakal bilang, "Wah, cantik ya sunsetnya", dan doi bakal bilang, "iya, kayak kamu".
ASTAGHFIRULLAHALAZIM INI GUE NGAYAL APA KOK JADI GINI.
Bukan, bukan gitu.
Kita ngeliatin sunset, terus diam seribu bahasa. Tanpa ada kata, hanya memperhatikan indahnya mentari terbenam, dan menikmati hangatnya suasana yang ada.
Asik.....

Itulah, beberapa khayalan absurd gue (yang ketiga nggak masuk itungan kan?). Ya, sebenarnya masih banyak, tapi yang paling sering dibayangkan ya 3 itu. Ehe.

Buat kamu yang q suka..
Maaf yah qm malah disukai sama orang aneh kayak aq.

Daahh!